PENGEMBANGAN PULAU TERLUAR: Gempita di Pulau Karimata

PONTIANAK -- Dentuman irama house music yang dimainkan oleh seorang disc jockey asal Yogyakarta membuat suasana di dermaga kecil di Desa Betok Jaya mendadak ramai.

Penduduk dari pulau-pulau sekitar berdatangan menggunakan kapal-kapal kecil untuk melihat hiburan malam tersebut. Mereka menginap di rumah kerabat selama desa itu menjadi tuan rumah Festival Karimata 2015.


Saat disc jockey (DJ) mengangkat tangan, melepaskan turntable – pemutar musik, dengan lagu tetap berjalan, warga dan para peserta Festival Karimata 2015 bersorak dan berjingkrak mengikuti ketukan-ketukan nada cepat.


Kerlap-kerlip lampu, pada Selasa (20/10) malam itu, terasa seperti hingar-bingar yang biasa digelar di pantai-pantai Bali dan Yogyakarta.


Padahal, pulau tersebut sangat terpencil, jauh dari hingar-bingar kota metropolitan, minim penyediaan listrik, dan menara telekomunikasi.


Saat Bisnis mengunjungi pulau itu dari Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, butuh waktu 12 jam perjalanan menggunakan kapal motor. Penunjuk arah kompas tak berfungsi karena kabut asap.


Perjalanan panjang melawan rasa mabuk laut mengarungi ombak setinggi 2 meter di Perairan Karimata, terbayar dengan pemandangan panorama keindahan terumbu karang dan ubur-ubur.


Biota-biota itu terlihat jelas karena jernihnya perairan laut sekitar pulau. Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menyadari, bukan hanya Pulau Karimata yang memiliki daya tarik pemandangan bawah laut tetapi masih ada pulau-pulau lainnya antara lain Pulau Serutu, Pulau Bulu, Pulau Surugganding, Pulau Pelapis, Pulau Buwan dan Pulau Besi yang memiliki keindahan bawah laut.


Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengutarakan, pulau-pulau itu akan menyambut event terbesar pada tahun depan dalam pagelaran Sail Karimata 2016 dan bakal mengundang Presiden RI Joko Widodo.


Pada pekan lalu, digelarnya festival sebagai ‘pemanasan’ oleh Pemkab Kayong Utara sebelum menyambut event skala nasional dengan mengajak peserta melihat pulau-pulau tersebut.


Selama pagelaran berlangsung, 17 peserta yang merupakan para yacther atau pelayar ringan dari sejumlah negara seperti Belanda, Selandia Baru, Australia, Turki, dan Amerika Serikat.


Ada komunitas diving atau selam, pemancing, para jurnalis media nasional serta lokal dan


komunitas-komunitas fotografer dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Pontianak.


KENDALA

Hildi tak menampik bahwa banyak persoalan yang harus dibenahi sebelum Sail Karimata 2016 digelar.

Paling utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu, menurutnya, adalah transportasi kapal motor cepat yang membawa wisatawan.


“Transportasi kapal motor yang cepat semestinya hanya membutuhkan waktu empat sampai lima jam perjalanan tapi saat ini masih delapan jam dan itu sangat lama. Kami sedang mengupayakan sebelum Sail Karimata sudah ada satu kapal cepat berkapasitas maksimal 50 orang.”


Dengan demikian, para pelancong tidak ragu lagi dengan layanan kapal motor menuju Kepulauan Karimata, sehingga berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisata ke Kayong Utara.


Hildi ingin penyelenggaraan festival membuat kunjungan wisata pada tahun-tahun mendatang meningkat. Setidaknya, bila merunut empat musim saat perairan ombak landai, catatannya, kunjungan wisatawan bisa mencapai rerata 800 orang setahun atau 200 orang per sekali kunjungan.


Untuk meraih target itu, menurutnya, persoalan yang juga perlu diatasi yakni krisis air bersih. Hildi mengusulkan anggaran Rp3 triliun ke Pemprov Kalbar dan pemerintah pusat untuk pembangunan pemancar telekomunikasi, jalan desa, pembangunan pembangkit listrik, transportasi, dan termasuk penyediaan kebutuhan air bersih.


Selama festival berlangsung, air bersih menjadi kebutuhan primer yang dicari peserta. Musim kemarau berkepanjangan telah membuat aliran air bersih dari sumber mata air perbukitan tersendat.


Peserta terpaksa mencari lokasi penampungan air bersih untuk mandi di beberapa rumah warga dan itu pun harus mengantre.


Semua persoalan di atas, adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh tuan rumah sebelum penyelenggaraan terakbar Sail Karimata 2016. 


Diterbitkan Harian Bisnis Indonesia.

Comments