Viodeogo
Borneo Tribune, Putussibau
Kedua pasutri Antonius Husin (49 th) dan Christiana (46 th) merasa tidak menyangka akan berjumpa dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Apalagi mereka berdua baru menyadari bila bertemu dengan Presiden SBY karena prestasi penggunaan alat kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Intra Uterine Device (IUD) alat kontrasepsi dalam rahim dalam jangka panjang di atas 15 tahun yang mereka gunakan bertahun-tahun lamanya.
Selasa siang, (21/6), saya diperkenankan bisa berbincang-bincang dengan kedua pasutri ini di rumahnya, terletak di Jl. Lintas Utara, Pala Pulau, Kec. Putussibau Utara. Ditemani Kasi KB/KS Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kab. Kapuas Hulu, Hj. Asmawati, kami menyambangi rumah mereka.
Rumah pasutri itu mudah sekali dijumpai, hampir sebagian masyarakat Kota Putussibau mengenal mereka. Katakan saja kades Pala Pulau yang pekarangan rumahnya punya usaha cuci Mobil dan Bis, dan pengelola PAUD di kawasan Pala Pulau.
Saya berdua dengan Ibu Wati, biasa wanita asal Sumatera Barat itu dipanggil dikalangan PNS PP dan KB, datang saat ternyata penghuni rumah dan pekarangan rumah tampak sekali sedang aktivitas kesibukan. Waktu saat itu sedang menunjukkan pukul 2 siang.
Tak berapa lama kemudian, muncul wanita yang tersenyum menyapa dan menyalami kami. “Maaf menunggu, saya baru saja potong ayam untuk perpisahan anak-anak PAUD,” kata Christiana. Ia sedang memotong ayam hari itu bersama beberapa karyawan untuk persiapan acara perpisahan PAUD yang ia dan suaminya miliki.
Christiana mengajak kami di teras rumah, sambil menikmati angin sepoi-sepoi di siang hari terik Putussibau. Suasana rindang pohon rambutan dan mangga membuat kami tidak perlu berkipas kepanasan. Maklum kota Putussibau, beberapa hari belakangan ini masuk musim kemarau, dan panas begitu terasa menyengat kulit.
“Ruang tamu lagi berantakan berkas-berkas bapak, karena dia lagi mencari sertifikat dan penghargaan dan beberapa administrasi desanya,” ujar Christiana menunjukkan ruang tamunya dari pelataran terasnya. Sedangkan suaminya masih menebas rumput, menyusul beberapa saat kemudian.
Selain memiliki PAUD, dan usaha cuci mobil, Christiana dan suaminya memiliki usaha ternak potong ayam buras dan toko sembako kecil-kecilan.
Christiana tahu akan maksud kedatangan saya, apalagi datangya bersama-sama dengan Ibu Wati. Saya tidak perlu waktu lama untuk berbasa-basi memperkenalkan maksud kedatangan saya. Christiana pun langsung menyeletuk, “Saya tidak sangka nanti bersama bapak terima penghargaan Peserta KB Teladan Terpilih dari Presiden,” ujarnya.
Christiana dan Antonius sepasang suami-istri yang terpilih menjadi Peserta KB Lestari Teladan Terpilih bersama Sauli Ibrahim warga Kec. Putussibau Utara yang terpilih menjadi Penyuluh Keluarga Berencana. Ketiganya mewakili Kalbar menerima penghargaan dari Presiden RI SBY dalam rangka Hari KB Nasional di Grand Hotel Lembang, Bandung, Jawa Barat, 27-30 Juni 2011.
Christiana dan Antonius pengguna alat kontrasepsi IUD dan MKJP yang konsisten menggunakan bertahun-tahun lamanya. Itulah yang menjadi kriteria utama, sehingga menjadi prestasi meraih penghargaan tingkat nasional. Pemerintah pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sedang menggalak-galakkan penggunaan alat kontrasepsi IUD dan MKJP.
Awalnya mereka berdua tidak menyangka karena seharusnya pada tahun lalulah, mereka berdua yang menerima penghargaan tingkat nasional. Tahun lalu bukan Christiana dan Antonius, melainkan peserta pria teladan lainnya.
Kapuas Hulu dengan tahun ini, sudah 2 tahun berturut-turut mendapat penghargaan penggunaan alat kontrasepsi jangka waktu panjang. Dan di tahun ini, penggunaan IUD dari PP dan KB provinsi Kalbar memilih Christiana untuk mewakili Kalbar terima penghargaan.
Tak lama berselang, Antonius muncul dan langsung nimbrung mendengarkan istrinya menjelaskan awal mula mendapat kabar dari PP dan KB Kab. Kapuas Hulu bahwa keduanya meraih penghargaan nasional.
“Terus terang saya sibuk jadinya kalau begini, mana ngurus kelompok gotong royong bersama Batalyon 644, pelihara kebun, ayam, dan antara berangkat ke Kayong Utara kegiatan PKK provinsi, tapi saya pilih berangkat ke Bandung,” tertawa Antonius.
Berangkat ke Bandung, Antonius katakan merupakan amanah yang harus diemban. Karena menurutnya, mendapat penghargaan langsung dari Presiden bukan hanya prestasi saja, tetapi teladan pengguna alat kontrasepsi MKJP dan IUD.
“Kita ingin masyarakat Kapuas Hulu beralih ke MKJP dan IUD terutama bagi perempuan, karena berbeda dengan Pil dan Suntik, yang IUD tidak mengganggu Hormonal, tidak membuat gemuk dan kondisi badan stabil,” ujar Christiana.
Christiana terangkan penggunaan IUD hanya sakit ketika awal-awal menggunakan IUD apalagi masa menstruasi tiba. Tapi setelah itu tidak. Christiana pun menjadi penyuluh mensosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim ini kepada masyarakat paling rendah perkumpulan perempuan-perempuan di kecamatannya.
Hingga sejauh ini, Christiana katakan sebagian masyarakat masih malu dan menganggap tabu penggunaan IUD. “Karena memasangnya dimasukkan dalam rahim, berbeda dengan minum pil atau lewat suntikan,” ujarnya.
Kepala PP dan KB Kab. Kapuas Hulu, Martha Banang, Msi, katakan IUD hanya tidak bisa digunakan bila rahim perempuan dangkal. Hanya saja, pengguna IUD harus rajin mengontrol sebulan sekali.
Christiana menggunakan IUD sejak anaknya yang pertama Fransiska Lusiana (26 th) berusia kelas 2 SD sewaktu anaknya kedua Alexander Ricky (20 th) lahir. Sudah 15 tahun lebih ia menggunakan IUD, dan hingga sekarang tetap menggunakan IUD, tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi lain sebelumnya. Diakuinya, kondisi badan terjaga, dan tidak membuat gemuk badan.
Atas prestasi yang diraihnya, khusus Chritiana selain menjalankan sosialisasi ke organisasi-organisasi perempuan lainnya. Ia juga terjun hingga ke tingkat Puskesmas dan Posyandu yang rutin digelar sebulan sekali.
Di situlah materi-materi penggunaan alat kontrasepsi mulai dari Pil, Suntik, dan IUD, ia berikan pengalaman kepada perempuan-perempuan yang masih awam mendengarkan perbedaan IUD dan alat kontrasepsi lainnya.
Di situlah materi-materi penggunaan alat kontrasepsi mulai dari Pil, Suntik, dan IUD, ia berikan pengalaman kepada perempuan-perempuan yang masih awam mendengarkan perbedaan IUD dan alat kontrasepsi lainnya.
Kesibukan Christiana pun bertambah, selain sebagai ibu rumah tangga, ia pun memiliki beban moral memberikan pengetahuan tentang berbagai alat kontrasepsi. Belum lagi kesibukkannya menjadi pengurus PAUD Lestari yang didirikannya bersama suami tercinta.
Sedangkan suaminya, Antonius tak kalah juga memiliki waktu yang padat. Tak hanya baru-baru ini bersama rekan-rekannya sesama Kades memperjuangkan tunjangan Kades Rp. 1 juta, ia pun mengelola PAUD dan kelompok tani ternak ayam buras “Serenta”. “Tahun 2007 mendapat penghargaan dari Gubernur Kalbar juara 3 mengelola kelompok tani ternak ayam buras,” terangnya.
Kesibukkan mereka berdua bertambah lagi dengan mempersiapkan pakaian adat Dayak Kantuk. Baju adat ini inisiatif bersama dengan PP dan KB Kab. Kapuas Hulu yang menemani Christiana, Antonius, dan Sauli Ibrahim menerima penghargaan dari Presiden RI.
“Sekaligus kita menunjukkan kekhasan adat Kalimantan Barat, lewat baju dayak Kantuk,” kata Antonius menunjukkan topi dengan helaian-helaian burung Enggang, serta gelang adat yang hanya dipakai pada momen paling penting dalam suku Dayak Kantuk.
Comments
Post a Comment