Siswa SMP Tewas Tenggelam di Sungai Sibau

foto: Pencarian korban tenggelam di Sungai Sibau, Putussibau
Viodeogo
Borneo Tribune, Putusibau

Awan Kelabu terasa begitu menyesakkan bagi pasangan Roman Silaban dan Wasni Sinaga. Betapa tidak, anak bungsu dari 3 bersaudara, Rabu, (19/1) itu meninggal dunia karena tenggelam di Sungai Sibau. 

Kejadiannya, bermula pada saat siswa kelas 2 SMPN 1 Putusibau bernama Tony Tom Silabang beserta temannya sehabis bermain futsal menuju sungai bermaksud untuk mandi. Tapi naas, Tony yang berpostur besar harus menemui ajal karena tidak bisa berenang.

Kejadian tersebut, terjadi pada pukul 16.00 WIB. Kemudian Tim SAR dan Batalyon 644 Putusibau beserta masyarakat menyusuri sungai tersebut untuk mencari korban. Butuh waktu 12 jam hingga akhirnya pukul 13.15, Kamis, korban berhasil ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. 

Pencarian atas korban cukup menyulitkan tim penyelamat karena kondisi sungai yang sedang pasang pada malam hari, ditambah lagi dalamnya dasar sungai.

Hal itu dikatakan, Guntur, Ketua Tim Penyelamat dari Batalyon 644 Walet Sakti Putusibau. Tim penyelamat kesulitan mencari korban karena lekuk dasar sungai yang begitu dalam disertai onggokan kayu-kayu besar di dasar sungai menghalangi pencarian korban. 

Kemampuan tim penyelamat dan masyarakat mencari korban didukung oleh 3 spit. Saat ditemukan, korban berada 10 m dari tempat ia jatuh. Air sungai pada ,saat korban ditemukan dalam keadaan surut, tidak seperti ketika korban jatuh sebelumnya.

Korban kemudian dibawa ke rumah duka di Jl. Danau Luar, Kompleks Kehutanan. Saat berada di rumah duka, teman-teman sekolah korban memenuhi ruang duka. Kesedihan mendalam menyelimuti rumah kediaman putra Roman Silaban itu. 

Sementara itu, beberapa warga yang ditemui saat ikut mencari korban mengatakan sungai Sibau sering meminta korban. Karena sungai tersebut memang untuk beberapa lokasi yang biasanya dijadikan tempat warga mandi, tidak layak sebagai tempat mandi anak-anak. Terutama tempat kejadian di mana korban ditemukan.

Comments